Judul : Skendi, Negeri di Atas Batu: Kampung di Pegunungan yang Menjaga Alam dan Tradisi
Sorong Selatan, Papua Barat Daya — Kampung Skendi, yang terletak di dataran tinggi sorong selatan, dikenal sebagai “negeri di atas batu”. Wilayah ini meliputi gunung batu dan hutan tropis, dengan aliran Kali Kambira Skendi yang berliku di antara kebun warga. Keindahan alam serta kekayaan batu alam menjadikan kampung ini unik sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakatnya.
Setiap pagi, suasana Kampung Skendi dipenuhi bunyi ayam berkokok dan gemericik air sungai. Anak-anak berlari di jalan berbatu sambil membawa ember kecil berisi ikan dan udang hasil tangkapan mereka. Sementara asap dari cela celah hutan itu dari kebun warga yang telah memulai aktivitas menanam dan ada juga yang membersihkan kebun.
“Tanah ini memang tanah konservasi. Airnya jernih, tanahnya subur, batunya keras. Tapi semua nilainya—kalau diolah dengan baik, bisa menghasilkan uang,” ujar Randy , warga Skendi yang dikenal sebagai pemecah batu.
Menurut Randy, batu-batu di sekitar Skendi memiliki nilai ekonomi tinggi karena kualitasnya yang kuat dan padat. Namun ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan.
Anak-anak muda di kampung itu kini mulai belajar mengelola hasil alam secara mandiri. Mereka menanam kelapa dan pinang, serta mengolah batu alam untuk kebutuhan pembangunan rumah maupun penjualan ke kota. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya mereka mempertahankan ekonomi lokal tanpa merusak alam sekitar.
Dari semangat tersebut, lahirlah buku berjudul “Dari Anak Kampung Batu-Batu” , yang ditulis oleh para remaja Skendi. Buku itu berisi puisi, cerita, dan foto-foto tentang kehidupan mereka di kampung—tentang hubungan manusia dan alam, serta nilai syukur atas tanah tempat mereka berpijak.
“Skendi bukan sekedar kampung di peta . Di sini, batu punya nyawa, sungai Kambira punya suara, dan tanah pinggiran menumbuhkan harapan,” tulis Randy dalam salah satu puisinya.
Kini, warga Skendi terus berupaya menjaga perdamaian kampung mereka sambil mengembangkan potensi lokal. Di tengah modernisasi, kampung di atas batu ini tetap menjadi simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya.
#fyp #foto #teks



Post a Comment