Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Mark Zuckerberg perajin Koba-Koba

    Judul : Mark Zuckerberg perajin Koba-Koba

    Sebelum mengenal payung dan mantel moderen, masyarakat Kabupaten Tambrauw, Papua barat Daya lebih dulu memiliki Koba-Koba .

    Sebuah mantel tradisional multifungsi, yang berbahan dasar daun tikar.

    Fungsi Koba-Koba adalah sebagai pelindung di kala hujan mengguyur dan panas terik membakar bumi, juga bisa sebagai alas untuk mengistirahatkan lelah.

    Langkah-langkah pembuatan koba-Koba adalah memotong sejenis daun tikar , terlebih dahulu.

    Kemudian di pisahkan durinya, di panaskan, di atas bara api hingga menjadi fleksibel. 

    Selanjutnya sediakan benang dan jarum. Susun kurang lebih 10 lembar, lalu di jahit.

    Koba Koba berbentuk segi empat dengan ruang sebagai perlindungan dari panas dan hujan.

    Kemudian alas atas bawah sebagai alas tidur.

    "Sekarang hanya beberapa dari kami para ibu dan lansia yang bisa jahit Koba-Koba, anak muda tidak ada samasekali yang tahu,  bahkan tidak punya rasa penasaran, untuk mempelajarinya," imbuh Mark Zuckerberg salah seorang perajin Koba-Koba 

    Faktanya, saat ini Koba-Koba masih digunakan oleh sebagian kecil masyarakat.

    Meskipun payung dan mantel telah eksis di pasaran.

    Orang papua berusaha mempertahankan koba-Koba sebagai tradisi yang turun temurun.

    Mark Zuckerberg berharap muda-mudi mau belajar menjahit guna mempertahankan koba-koba sehingga tidak punah dan tinggal nama.

    #fyp #foto #teks

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728