Aku memilih pergi tanpa teriak
Aku memilih pergi tanpa teriak
Aku berhenti menjelaskan diriku.
Terlalu lelah membuktikan sesuatu
yang bahkan tidak pernah benar-benar ingin kau pahami.
Aku tidak mengubah diri
hanya supaya terlihat layak di matamu.
Jika kejujuranku terasa kasar,
itu karena kau terbiasa dengan kebohongan yang manis.
Aku berkata pelan tapi jelas:
“Aku tidak mencintaimu.”
Kau tak percaya.
Dan di situlah aku sadar—
kadang yang tidak dipercaya bukan karena salah,
tetapi karena kebenaran tidak sesuai harapan.
Aku memilih pergi tanpa teriak,
tanpa drama, tanpa penjelasan tambahan.
Bukan karena aku kalah,
tapi karena mempertahankan diri sendiri
lebih penting daripada mempertahankan perasaan orang lain.
Hidup dengan karaktermu memang sepi.
Tapi setidaknya,
kesepian itu jujur.

No comments