Header Ads

ad728
  • Breaking News

    sejarah penindasan Papua



    Sentuhan kejam penjajahan,
    Terukir dalam sejarah yang kelam.
    Papua, Negeri Terlarang,
    Tempat di mana harapan terbantai.

    Dulu, hijau indah nan subur,
    Ladang padi dan hutan berbisik.
    Namun tiba-tiba datang penjajah,
    Mencuri kedamaian dan kebebasan.

    Mereka datang dengan senjata,
    Merampas tanah dan nyawa.
    Pandangan mataku tak bisa terlupa,
    Bagaimana saat itu tak ada ampun.

    Harta dan kebudayaan dijarah,
    Tak kenal kompromi, tak kenal ampun.
    Darah Papua yang gemah ripah loh jinawi,
    Mengalir dalam batu-batu dan sungai-sungai.

    Tapi Papua bangkit, tidak menyerah,
    Mereka berjuang dengan kemauan yang kuat.
    Zaman berlalu, namun terus berdarah,
    Bagaimana ini bisa berakhir?

    Sejarah penindasan tak terpadamkan,
    Papua terus bertanya, mengapa kita?
    Sudah cukup, sudah terlalu lama,
    Biarkan mereka hidup dalam damai dan kebebasan.

    Papua, negeri yang penuh penderitaan,
    Kami mendengar suaramu, kami bersama.
    Kami berharap masa depan yang terang,
    Di mana Papua adalah tanah yang merdeka.

    Sejarah penindasan Papua,
    Kisah pilu yang tak bisa terlupa.
    Tapi mari kita satukan hati,
    Untuk menciptakan masa depan yang adil dan bebas.
    Eko-vinsent 

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728